Blattanex gel
Chlor adalah bahan kimia yang digunakan untuk menghilangkan bau pada air. Satu tabung berisi 5 tablet chlor
Harga : Rp 85.000,-Flygard (racun lalat)
Fly gard merupakan racun lalat berbentuk granul. Penggunaannya hanya disebar di daerah yang dicurigai atau terdapat banyak lalat.
Harga : Rp 650.000,-Alat Ukur pH digital
Alat Ukur TDS
Ledakan kompor gas 3 kg yang marak terjadi belakangan ini salah satunya disebabkan banyaknya persambungan antara tabung gas dan kompor. Terdapat tiga persambungan gas yang bisa memicu kobocoran pada tipe kompor gas yang beredar di masyarakat saat ini, yakni di persambungan antara katup tabung dan regulator, regulator dan selang, serta selang dan kompor.
Untuk meminimalkan kecelakaan akibat kebocoran tersebut, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi atau BPPT membuat rancang desain kompor gas ukuran 3 kg yang lebih aman dengan titik persambungan yang lebih minim.
"Kompor gas 3 kg yang ada saat ini ada tiga persambungan. Nah, semuanya ini memiliki risiko kebocoran. Dengan desain yang baru ini hanya ada satu persambungan, artinya akan lebih mudah diawasi dan lebih aman," kata Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT Arya Rezavidi di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2010).
Dalam prototipe yang ditunjukkan kepada Kompas.com, desain kompor buatan BPPT itu tampak jelas berbeda dengan kompor yang ada saat ini. Jika pada kompor gas 3 kg yang ada saat ini memiliki kompor terpisah yang dipisahkan dengan regulator dan selang gas, maka kompor buatan BPPT bagian pembakaran atau kepala kompor langsung disambungkan ke tabung gas melalui regulator. Kompor ini tidak jauh berbeda dengan kompor gas kecil yang biasa dipakai saat berkemah.
"Dengan desain seperti ini sebetulnya lebih aman karena hanya ada satu persambungan. Dengan demikian, kompor mudah perawatan dan diawasi dari kemungkinan bocor," terang Reza.
Dalam pemakaian untuk memasak, kompor dan tabung gas ini bisa "dibungkus" dengan menggunakan badan kompor untuk menahan penggorengan atau panci.
"Mengenai posisi kepala kompor yang lebih dekat dengan tabung gas, kami jamin ini aman karena tabung gas ini tahan sampai 50 bar, artinya katup gas akan terlepas jika tekanannya lebih dari itu dan tidak akan bisa meledak," tutur Reza.
Menurut dia, rancang desain kompor ini sebenarnya sudah pernah diajukan ke Kementerian (dulu Departemen) Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2007 saat wacana konversi minyak tanah ke gas sedang digodok. "Namun, saat itu masih belum bisa diterima karena ada salah persepsi. Waktu itu ditakutkan posisi kepala kompor yang terlalu dekat dengan tabung bisa memicu ledakan. Padahal tidak dan justru sangat aman karena tahan tekanan tinggi," ujarnya.
Melihat kondisi banyaknya kecelakaan akibat kebocoran gas belakangan ini, Reza mengatakan bahwa desain kompor BPPT diharapkan bisa menjadi alternatif bagi pemerintah untuk menyediakan komponen memasak yang lebih aman.
"Pekan lalu kami sudah ajukan (desain dan prototipe) ke Wakil Presiden Boediono melalui Menristek. Saat ini masih dibahas kemungkinan revisi desainnya," kata dia.
Sumber Artikel :http://sains.kompas.com
Menghadapi Stress
APAKAH Anda pernah pijat? Sebagian orang akan menjawab pernah bahkan sering. Bukan hanya bisa memulihkan anggota tubuh yang terkilir, pijat juga menghilangkan pegal-pegal yang mendera tubuh. Walhasil, sehabis pijat tubuh yang kelelahan terasa lebih segar. Tak heran, banyak orang menjadikan pijat salah satu rutinitas setiap akhir pekan atau setiap bulan.
Bahkan, buat masyarakat di kota besar seperti Jakarta, banyak yang melakukan pijat sebagai terapi menangkal stres dan kejenuhan. Maklum, tekanan hidup dan pekerjaan di kota besar terbilang tinggi. Makanya, usaha massage therapy terus berkembang di kota-kota besar macam Jakarta.
Jika dilakukan dengan besar, massage therapy memang bisa mendatangkan banyak manfaat. Pemijatan akan meregangkan dan merelaksasi otot sehingga pergerakan persendian kita akan lebih luwes. Dengan begitu, tingkat pergerakan tubuh seseorang juga lebih meningkat.
Pijat memiliki banyak kegunaan lain. Pijat bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan kelenjar getah bening. Tekanan pada pijatan juga bisa menstimulasi kelenjar kulit untuk menjaga kulit tetap dingin dan lembab.
Lakukan screening sebelum pemijatan
"Terapi pijat bisa juga membantu tubuh melepaskan beberapa unsur kimia tertentu sehingga tubuh menjadi rileks karena telah membuang racun yang terbentuk pada otot ketika otot sedang bekerja," jelas Soehardi, Direktur Fisioterapi, Klinik Sasana Husada.
Terapi pijat dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, ketika tubuh stres, kemampuan sistem imun tubuh menurun. Saat itulah, kuman dan virus dengan mudah masuk ke tubuh kita. Tak sedikit pula pasien pijat merasa lebih baik secara psikologis dengan sentuhan dan kontak dengan pemijat atau terapis.
Tirza Z. Tamin, Kepala Divisi Rehabilitasi Cedera Olah Raga Departemen Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumi (RSCM), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menambahkan, terapi pijat sejatinya terbagi menjadi dua bagian.
Pertama, wellness massage. Pijat jenis ini biasanya dilakukan saat tubuh tidak sakit. "Tapi, tubuh butuh relaksasi untuk menghilangkan penat setelah bepergian jauh," ajar Tirza.
Aroma terapi dan alunan musik syahdu dan tenang biasanya menyertai wellness massage. Tujuannya, menciptakan suasana rileks. Tapi, Tirza bilang, pemberian aroma terapi ini harus sesuai kondisi pasien. Misalnya, bagi pasien yang mengidap penyakit asma, harus menggunakan aroma terapi khusus untuk memperlancar pernafasan.
Kedua, medical massage. Pemijatan jenis ini biasanya dilakukan untuk penyembuhan. Misalnya, otot tenang lantaran posisi tidur yang salah. Atau, bisa juga karena adanya tumor yang menyempitkan kelenjar limfa di ketiak yang mengakibatkan pembengkakan lengan.
"Untuk ini memang perlu dilakukan medical massage untuk sesuatu patologis yang memang terjadi," ujar Tirza.
Medical massage biasanya menggunakan minyak tertentu. Yang perlu diingat, pemijatan tak boleh dilakukan jika pasien mengalami kondisi khusus. Contoh, pada pasien yang punya luka terbuka, pemijatan justru akan memperparah luka nya. Demikian pula, bila pasien tumor akut.
"Tidak boleh diberikan pemijatan karena bisa menyebabkan tumor pecah dan menjalar ke bagian tubuh lain," kata Tirza.
Karena itu, sebelum melakukan terapi pijat, pasien sebaiknya melakukan screening atau pemeriksaan awal untuk mengidentifikasi kondisinya. Selain untuk menentukan terapi pbat yang tepat, ini juga menghindarkan pasien dari kondisi yang lebih buruk.
Tirza juga mengingatkan pasien tetap berhati-hati memilih tempat pijat. "Harus betul-betul bisa dipertanggungiawabkan." seru Tirza. (Tunggul Joko Pamungkas)
Sumber Artikel :http://kesehatan.kompas.com
Kebanyakan orang pernah mengalami kesemutan kala duduk bersila terlalu lama atau tertidur dengan tangan tertindih kepala. Jangan sepelekan gejala yang satu ini karena kesemutan dapat menjadi indikasi dari banyak penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, saraf terjepit, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi, maupun gangguan darah.
Seperti diungkapkan Dr Tiara Anindhita, SpS, dari Departemen Neurologi FKUI/RSCM, kesemutan atau dalam istilah medis disebut parestesia merupakan sensasi spontan yang abnormal pada daerah persarafan tertentu.
Secara normal, manusia bisa merasakan sensasi tertentu setelah ada rangsangan atau stimulus yang sesuai. Contohnya, merasa, meraba, menyentuh, menekan, nyeri, dan sebagainya. Sensasi tersebut baru muncul bila ada stimulus. Dan sensasinya, tentu saja, harus sesuai dengan stimulusnya. Jadi kalau kita diraba, kita akan merasakan sensasi diraba.
Sementara pada parestesia, sensasinya muncul spontan tanpa ada stimulus. Bisa berupa rasa panas seperti terbakar, tidak enak, kesemutan, seperti ditusuk-tusuk.
Parestesia atau kesemutan adalah terminologi untuk suatu gejala dan bukan diagnosis penyakit. Itu sebabnya gejala parestesia bisa dijumpai pada berbagai penyakit yang mengenai saraf, terutama saraf di bagian perifer.
Berbagai penyebab
Sebagai gambaran, sistem saraf manusia terbagi atas saraf sentral (otak dan sumsum tulang) dan perifer, yaitu serabut saraf yang keluar dari sentral menuju organ-organ yang perlu dipersarafi, seperti kulit, otot, organ dalam perut, dan jantung. Jadi mirip komputer yang memiliki unit pemrosesan sentral (CPU) dan tersambung dengan kabel konektor.
Adanya kelainan pada saraf perifer disebut neuropati. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Selain diabetes, juga bisa akibat penyakit autoimun, tiroid, vaskular, dan sebagainya. Gejala parestesia juga bisa disebabkan oleh kelainan saraf yang lebih berat, seperti tumor di daerah sumsum tulang atau gejala sisa pasca-stroke.
Gejala antara parestesia dan neuropati sangat berbeda. Pada neuropati, kesemutan yang muncul sangat khas. Biasanya di telapak kaki kemudian telapak tangan serta simetris kanan dan kiri.
"Sering disebut daerah stocking gloves, seperti layaknya memakai sarung tangan dan kaus kaki," ujar spesialis saraf lulusan FKUI ini.
Pada kelainan di sumsum tulang atau otak, daerah yang mengalami kesemutan sangat bervariasi, tergantung lokasi saraf yang terkena. Pada kasus neuropati yang lebih berat, kesemutan bisa diikuti rasa nyeri atau gangguan gerak pada tangan dan kaki.
Karena penekanan
Selain menjadi gejala penyakit, kesemutan juga bisa muncul secara fisiologis. Posisi tubuh tertentu yang tidak berubah dalam waktu cukup lama, seperti duduk bersila, bisa timbul rasa kesemutan.
Hal ini, disebutkan Dr Dita, karena terhambatnya aliran darah ke daerah saraf tertentu akibat penekanan yang terus-menerus dalam waktu lama. "Sehingga saraf mengalami 'kekurangan makanan' sesaat, yang ditandai rasa kesemutan itu," katanya.
Untuk menghindarinya, kita mesti rajin mengubah posisi dan melakukan gerakan ringan secara periodik agar aliran darah tetap lancar. Satu hal lagi, di negara-negara Barat, kesemutan juga bisa terjadi karena konsumsi alkohol berlebihan. Sementara di Indonesia, kesemutan sering berkaitan dengan nutrisi, yaitu kekurangan asupan vitamin B12.
Berikut ini sejumlah penyakit yang ditandai oleh gejala kesemutan.
Diabetes melitus (DM)
Pada pasien DM, kesemutan merupakan gejala kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, juga mengonsumsi obat seperti gabapentin, vitamin B1 dan B12.
Stroke
Kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat. Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur.
Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi pada waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.
Penyakit jantung
Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu bisa terbawa aliran darah ke otak sehingga terjadi serebral embolik.
Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.
Infeksi tulang belakang
Ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit.
Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung dari kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang lumpuh.
Rematik
Penyakit ini bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel, misalnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang sendiri bila rematik sembuh.
Spasmofilia (tetani)
Gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda penyakit spasmofilia (tetani). Penyakit ini timbul karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang. Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbon dioksida dalam paru-paru. Gejala lain: kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.
Guillain-barre syndrome
Kesemutan bisa jadi salah satu indikasi penyakit ini. Ditandai gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi. Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di seluruh tubuh.
Cytomegalovirus (CMV)
Ada kesemutan yang didahului flu berat. Kesemutan akan menghebat mulai dari ujung jari, menjalar hingga ke pusar. Penderita bisa hanya merasa kebas atau sampai sulit berjalan, berarti sumsum tulang belakang kena radang. Ini akibat serangan virus, biasanya cytomegalovirus. (Abdi Susanto/Diana Yunita Sari)
Sumber Artikel :http://kesehatan.kompas.com
nii materi tentang Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) yang gue dapet dari bu Erna Tresnaningsih Suharsa
Peraturan Perundang-Undangan K3
Latar belakang dibentuknya peraturan perundang-undangan K3 yaitu
• Perlu UU dibidang kesja : dasar hukum dalam pengembangan & pelaksanaan program kesja (dasar kebijakan & operasional)
• Pelaksanaan Per UU yang baik sehingga Naker produktif, sehat, dan selamat
• Perlu diketahui tata urutan Per UU oleh pemegang program dan masyarakat pengguna
Tata urutan perundang-undangan
1. UUD 1945
2. Ketetapan MPR
3. Undang-undang
4. Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu)
5. Peraturan Pemerintah
6. Keputusan Presiden
7. Keputusan Daerah
8. Peraturan Menteri
9. Keputusan Menteri
10. Surat Keputusan Bersama
11. Surat Edaran Menteri
Dasar dan Landasan Hukum Kesehatan Kerja
1. UUD 1945
Pasal 28 : setiap warga negara berhak atas pelayanan kesehatan
2. UU No. 23/92
Tentang Kesehatan
Pasal 22 ayat (2) : Kesehatan Lingkungan dilaksanakan terhadap tempat umum, lingkungan pemukiman, angkutan umum, lingkungan kerja dan lingkungan lainnya
Pasal 23 ayat
1. kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas kerja yang optimal
2. kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja, dan syarat kesehatan kerja
3. setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja.
Pasal 84 tentang sanksi pidana bagi yang tidak melaksanakan
3. PP No. 32/96
Tentang tenaga kesehatan
Pasal 4: tenaga kesehatan hanya dapat melakukan upaya kesehatan setelah tenaga kesehatan yang bersangkutan memiliki ijin dari menteri
TATA GRAHA
nii materi Tata Graha yang disampaikan oleh dosen Agus Riyanto
Prosedur Pembersihan
Area umum (Public Area)
Pada dasarnya terdiri dari area umum yang terdapat di dalam gedung dan area umum yang berada di luar gedung
contoh area umum yang di dalam gedung adalah lobby area, elevator, restaurant, koridor, selasar, mezzanine, office, toilete, employee area, fitness centre, dan garden
contoh area umum yang berada di luar gedung adalah area parkir, taman, kolam renang, lapangan tenis, toilet umum.
Lobby (lobbies and foyers)
Idealnya area ini dibersihkan pada tengah malam hingga jam 07.00 pagi atau saat sepi (saat pengunjung sepi). Kaca di area umum (pintu kaca, dinding kaca, atau cermin) perlu mendapat perhatian setiap hari karena kaca sangat sensitive dengan debu. Tangga dan pintu harus bersih, bila bagian ini kotor maka kesan kotor akan terbawa masuk ke dalam gedung.
Restaurant
Pada hotel areanya meliputi antara lain : cafetaria, coffe shop, main dinning room, super club, bar, employee dinning room. Bagian-bagian yang harus dibersihkan pada dasarnya meliputi : langit-langit, dinding beserta hiasannya, lampu-lampu dengan kapnya, AC grill, cashier counter, waiter/waiterss counter, keranjang sampah dan asbak, pot dan tanaman, serta lantai.
Pembersihan yang dilakukan setiap hari (daily cleaning)
(meja, kursi, trolley, jendela, dinding, pintu, harus dibersihkan setiap hari)
• lap setiap kotoran atau lemak yang menempel dengan kain yang dilengkapi cairan pembersih. Pembersihan dan pengelapan perlu diperhatikan pada meja dan kursi
• bagian pelayanan harus dibersihkan secara sanitasi
• cuci dan bersihkan taplak meja
• bersihkan setiap hiasan ruangan
• lantai harus disapu dan dipel dan bila menggunakan karpet harus divaccum
• cuci dan bersihkan asbak meja
• laporkan setiap adanya angguan serangga atau binatang lainnya
• periksa kembali apakah meja dan lantai telah bersih (bebas dai kotoran)
Pembersihan Mingguan (weekly cleaning)
• bersihkan cermin dan kaca serta cuci semua vas
• bersihkan lukisan dan bingkainya
• cuci dan bersihkan asbak meja
• bersihkan lemari-lemari yang tinggi, rel lukisan dan bohlam lampu
• bersihkan dan hilangkan noda pada teko the dan kopi
• ganti bohlam yang rusak
Pembersihan Periodik (periodic cleaning)
• bersihkan jendela, lukisan cat dan dinding
• vaccum sofa dan gordyn
• cuci dan bersihkan bayangan kotoran-kotoran di dinding
• bersihkan karpet dan gordyn
• bersihkan grill dan extractor pada AC atau kipas angin
proses kebersihan
Proses pembersihan
Pada waktu proses pembersihan, larutan pembersih harus dengan kondisi siap digunakan. Untuk mempersiapkan larutan yang efektif maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
a) Temperatur pelarut
Pelarut yang panas (air panas) akan meningkatkan daya larut partikel pembersih dan jumlah bahan pembersih yang larut akan lebih banyak
b) Ukuran partikel
Partikel yang halus dengan pelarut yang terbaik akan lebih baik kontaknya dengan permukaan yang dibersihkan
c) Pengadukan (agitation)
Pengadukan yang baik akan mempercepat proses pembersihan karena larutan yang digunakan tercampur dengan rata. Pengadukan yang sempurna tidak dilakukan searah agar pencampuran menjadi sempurna karena kontak partikel pelarut dan bahan pembersih lebih sering terjadi.
Dalam proses pembersihan juga memilki tiga tahapan yaitu :
1) Mengurangi tegangan permukaan
Biasanya terjadi pada kaca/cermin yang sering terpapar oleh panas (sinar matahari) karena dapat membuat kaca mudah pecah. Untuk menanggulanginya cermin/kaca harus dibersihkan atau dilap.
2) Menghilangkan kotoran pada permukaan
Dilakukan dengan cara menyapu atau menyikat (bila permukaan keras)
3) Penyebaran/pemerataan molekul bahan pembersih
Bahan pembersih tidak apt diaplikasikan pada semua jenis bahan permukaan, oleh karena itu bahan pembersih memiliki jenis-jenis bahan pembersih :
Soap :
Sabun terbuat dari senyawa garam sodium/asam lemak rantai panjang.
Reaksi kimia : fat + sodiumhyroxide soap + glycerol
Proses pembuatan ini dikenal dengan istilah saponification.
Manfaat dari penggunaan sabun adalah
• Membersihkan dan mengurangi tegangan permukaan
• Sesuasi dengan tipe permukaan
• Dapat melarutkan kotoran minyak dan debu tanah
• Mengurangi jumlah bakteri dan jamur
• Dalam proses pelarutan menghasilkan senyawa anion aktif
Sabun tidak akan berpisah pada tingkat kesadahan yang tinggi (hard water), oleh karena itu jangan menggunakan sabun dengan air sadah karena reaksinya akan menghasilkan ion calcium dan magnesium yang tidak larut.
Soapless surfactans :
Dikenal sebagai sabun sintetik karena diproduksi dari senyawa organic synthesis menggunakan material dari industri petrokimia. Soapless terbagi atas 4 grup yaitu :
1) Anionic : unsur utama Na+
2) Cations : unsur utama Cl- atau Br-
3) Non ionic : kelompok bahan pembersih dengan molekul-molekul yang tidak menghasilkan ion.
4) Amphoteric : jenis sabun ini biasa digunakan untuk menurunkan keasaman larutan.molekulnya berpusat pada anion dan kation
Aktor dan perannya dalam pengelolaan resiko
No Aktor Peran
1 Pemerintah a) Memberdayakan peraturan dan perundangan
b) Merumuskan parameter lingkungan dan melakukan atau mengatur pemantauan dan penerapan hukum dan peraturan
c) Pengelolaan SDA
d) Perencanaan regional dan nasional
e) Penyediaan prasarana
2 Universitas a) Melaksanakan ... mengenai metodologi analisis resiko dalam memberikan sumbangan disiplin dan proses pengelolaan
b) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan
c) Memberikan saran dan pelayanan
3 Profesi ahli teknik a) Desain
b) Standard dan prosedur
c) Program pemeliharaan
d) Prosedur operasi
4 Ahli Kesehatan a) Program pencegahan
b) Pengembangan dan kinerja tindakan medis dan pengobatan
5 Pelayanan Masyarakat a) Perlindungan polusi selama kejadian dan ...
b) Pemadam kebakaran
c) Pelayanan ambulans
6 Sektor swasta a) Standar dan prosedur untuk desain pemelihraan dan operasi
b) Pengolahan limbah
c) Program K3
7 Organisasi non Pemerintah a) Informasi tentang kondisi lokal
b) Meberikan saran-saran
c) Menyatakan nilai-nilai sosial
8 Media massa a) Komunikasi
b) Meningkatkan kesadaran
9 Individu a) Tindakan yang bertanggung jawab
Cleaning method
Manual cleaning method
1. Sweeping
2. Scrubbing
3. Polishing
4. Dry mopping
5. Wet mopping
6. Dusting
7. Damp dusting
Cleaning equipment
1. Vaccum cleaners
2. Carpet sweepers
3. Dry mops
4. Wet mops
5. Wet mop buckets
6. Squeegee mops
7. Brushes and brooms
8. Rubber gloves
9. Cleaning trolley
10. Safety steps
heavy duty cleaning equipment
1. Heavy duty vacuum cleaners
2. Wet vacuums
3. Scrubbing machines
4. Wet floor signs
5. Back pack vacuums
6. The colour code system
The cleaner's cupboard
1. Pemisahan bahan pembersih yang disimpan dalam ruangan penyimpanan harus dalam pengawasan langsung housekeeper.
2. Untuk efisiensi, lemari penyimpanan bahan pembersih sebaiknya hanya berisi dalam jumlah yang secukupnya.
3. Lemari penyimpanan sebaiknya selalu terkunci.
Standard dan Pengawasan :
1. Inspeksi kamar (quality control di rumah sakit)
2. Memahami pekerjaan (staf, bahan-bahan pembersih, fungsi-fungsi khusus)
3. Status kamar
4. Sistem pelaporan
5. Pengembalian kamar ke resepsionis
Housekeeper
House keeping
pengertiannya adalah ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan, perawatan, pelaksanaan kebersihan rumah tangga.
Sanitasi : upaya pengendalian faktor fisik yang dapat memberikan pengaruh berbahaya terhadap perkembangan jasmani, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.
STTU adalah ilmu yang mempelajari tentang upaya pengendalian terhadap faktor-faktor lingkungan tempat-tempat umum yang dapat membahayakan fisik, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia yang ditimbulkan oleh tempat-tempat yang digunakan untuk kegiatan umum
Peranan sanitasi TTU
1. Menjamin keadaan lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan antara lain penyediaan air bersih.
2. Memberikan jaminan psikologis pada masyarakat pengunjung maupun masyarakat sekitarnya berupa rasa aman, terlindung, dan comfort.
3. Mempromosikan TTU tersebut secara tidak langsung.
Tugas housekeeper
1. Mengerti fungsi perusahaan
2. Mengetahui tentang kondisi bangunan dan memeliharanya.
3. Mampu menyeleksi, mengendalikan dan melatih staf untuk bekerja sama.
4. Mampu memberi saran bila diperlukan
5. Mampu mengendalikan Sumber Daya yang ada
6. Mengorganisir kegiatan kebersihan secara harian, mingguan, dan periodik
7. Peduli terhadap posisi dan statusnya dalam organisasi dan mampu menunjukan kontribusinya
8. Menyeleksi dan mengendalikan sarana dan prasarana kebersihan
Faktor terjadinya infeksi nosokomial
1. Faktor diri sendiri
2. Faktor petugas
3. Faktor pasien yang dirawat bersamaan
4. Faktor keluarga pasien yang berkunjung
5. Faktor peralatan
6. Faktor makanan
7. Faktor lingkungan
Pengendalian infeksi nosokomial pada hakikatnya adalah tindakan pencegahan, disamping itu faktor petugas juga perlu diperhatikan dalam menjalankan tugasnya, terutama pengetahuan tentang tindakan septic dan aseptic.
Pest daLam Tata graha
Pest ada 6 jenis :
1. Pest penyebab kerusakan fisik : ulat kayu, kumbang karpet dan tikus
2. Pest yang mengkontaminasi makanan dan lingkungan : kecoa, lalat, tawon dan tikus
3. Pest yang tidak mengganggu tapi menimbulkan rasa ngeri pada manusia : laba-laba
4. Pest yang menyerang simpanan makanan : kumbang tepung, kumbang daging.
5. Parasit yang menyerang langsung manusia : kepinding, kutu kepala, pinjal
6. Pest musiman atau masuk kerumah karena sebab tertentu : semut
Dasar pemikiran pest dalam tata graha
1. Dasar hukum :
peraturan perundang-undangan menyatakan perlunya perlindungan terhadap masyarakat, karena hama dapat merusak bangunan, mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat
2. Kontaminasi
pengendalian hama yang baik akan mencegah resiko terjadinya kontaminasi yang berarti juga mencegah terjadinya penyakit
3. Reputasi industri jasa penginapan
4. Depresiasi (penurunan harga)
Prinsip pengendalian hama yang baik
1. Mengenali hama di lingkungan rmh tanGgA&mMbukTikn kbrdan hama
2.ExcLusioN:mNcgah msuknya hama(pest prooFing)
3.RestrictioN:membtasi berkembAng biaknya hma,mMbtasi tmpt brSmbunyi,membtasi sumbr mkanan hama
4.Treatment:pngendaLian hma dgn pestisida, conthnya :
a. Serangga terbang : diazinon, pyrethrin
b. Tidak terbang (semut) : arprocarb, bendiocarb
c. Kayu : permethrin, lindane
d. Tekstik : permethrin, lindane
fumigasi aluminium phosphide
e. Tikus : warfarin
prosedur pembersihan
Prosedur pembersihan
A. Pemeliharaan lantai
Untk pemeliharaan lantai, perlu disesuaikan dengan jenis lantai atau bahannya.
Beberapa jenis lantai :
1) Lantai lunak : lantainya terbuat dari vinyl, linoleum dan lain-lain.
2) Lantai keras : lantai tegel, teraso, lantai semen.
3) Lantai kayu : lantai yang dibuat dari kayu, misalnya parquet,dll.
4) Lantai yang dilapisi karpet
Lantai memerlukan pemeliharaan khusus (dipel, divacuum, diwax) untuk menjaga penampilan yang bersih, mengkilap, dan menarik.
Agar mengkilap perlu diwax.
Caranya :
1) Sebelum diwax lantai harus dalam keadaan bersih dan kering.
2) Bila sebelumnya lantai sudah diwax dan telah menumpuk berupa lapisan, maka perlu dihilangkan dulu dengan wax-strip, lantai dicuci sampai bersih dan dipel.
3) Lapiskan wax dengan kain pel yang telah dibasahi dan dicelupkan dalam cairan wax ke atas lantai dengan cara pelapisan yang tipis tetapi merata. Biarkan wax sampai betul-betul kering, baru kemudian di-buff atau di-polish dengan mesin polisher sampai mengkilap.
4) Untuk cara memelihara selanjutnya, menggunakan pel kering yang sudah dilapisi dengan Cong-R-Dust. Untuk lantai kayu menggunakan MAA atau Traffic Cote.
Lantai yang dilapisi karpet, pemeliharaan secara harian menggunakan vacuum cleaner atau carpet sweeper. Bila sudah kotor, perlu di-shampoo dengan obat shampoo karpet, dapat menggunakan mesin polisher yang diberi tangki tempat shampoo karpet yang sudah dicampur air atau menggunakan extract khusus untuk menyampoo karpet.
Tahapan menyampoo karpet :
1) Singkirkan semua furniture
2) Vacuum karpet secara menyeluruh
3) Hilangkan noda pada karpet dengan spolter
4) Campyr shampoo dengan perbandingan 1:8-12 bagian air.
5) Masukan shampoo karpet ke dalam tangki mesin shampoo karpet
6) Jalankan mesin sesuai aturan pakainya
7) Biarkan lantai yang berkarpet kering, bila perlu di vacuum lagi
8) Kembalikan furniture ke tempat semula
B. Pemeliharaan furniture
Untuk pemeliharaan furniture biar tetap bersih dan mengkilap, maka permukaan furniture yang diplitur dilap dengan kain lap yang lembut dan bersih. Kain lap diberi obat berupa Pledge atau Shine Up atau Wood Polish. Usahakan barang-barang yang diplitur jangan sampai terkena air, thiner, spirtus, dll.
C. Pemeliharaan langit-langit (ceiling)
Cara membersihkannya menggunakan sapu yang bertangkai panjang atau disedot dengan vacuum cleaner. Langit-langit yang terlalu kotor dapat dicuci dengan sponge
D. Pemeliharaan tangga (Stair case)
Stair case perlu dipelihara, disamping disapu dan divacuum juga dijaga jangan sampai licin (menjaga keamanan). Lantai tangga yang bahannya dari vinyl perlu di-polisher agar tetap mengkilap.
E. Pemeliharaan koridor
Yang perlu perhatian khusus adalah lantainya karena merupakan jalan utama dari suatu floor, dan sering terdapat peralatan makan/minum dari Room Service, juga kotoran dari roda kereta Room Boy, Bel Boy, dll. Lantai koridor yang dilapisi karpet perlu divacuum pagi, siang, dan sore.
F. Pemeliharaan kaca
Setiap hari kca perlu dibersihkan secara rutin, dilap dengan kain lap yang betul-betul bersih dan lembut. Sebaiknya untuk membersih kaca dipergunakan 2 macam lap. Untuk obat pembarsih dapat menggunakan glass cleaner atau bolt (pembersih serba guna), disemprotkan ke kaca dengan alat khusus (scrapper) yang terbuat dari karet bertangkai.
Bila terdapat bekas cat yang melekat dapat dihilangkan denan thiner kemudian lap dengan lap yang bersih. Kaca yang terdapat noda bekas sidik jari atau lapisan berkabut karena kain yang digunakan kurang bersih.













