Pengolahan sampah organik

Jenis sampah :
1) Sampah organik
2) Sampah an organik

Pengolahan sampah organik :
a) Sebagai makanan ternak
b) Komposting
c) Biogas
d) Briket bioarang

Kompos
Komposting adalah proses pembusukan secara alami dari materi organik yang menghasilkan materi yang kaya unsur.
Kompos adalah adalah bentuk akhir bahan-bahan organik setelah mengalami pembusukan.
Proses pengomposan :
1) Dalam proses pengomposan akan timbul panas, dikarenakan meningkatnya temperatur.
2) Meningkatnya temperatur mengakibatkan komposisi populasi mikrobo berubah dari mesofilik (<400C) menjadi mikroba termofilik (>400C).
3) Selama proses pengomposan, oksigen dikonsumsi dan karbondioksida dilepaskan.
4) Pada fase pematangan suhu akan turun sampai stabil.
Prinsip pembuatan kompos ada 2 yaitu secara aerob dan an aerob.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengomposan :
1) Ukuran bahan lebih cepat jika bahan mentahnya memiliki ukuran kecil
2) Rasio C/N tergantung dari jenis sampahnya
3) Kelembaban dan aerasi yang terbaik 50-60%
4) Temperatur, sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme perombak. Temperatur optimum 35-550C
5) Ph, kisaran pH kompos yang optimal 6-8
6) Mikroorganisme

Karekteristik kompos :
a) Berwarna coklat tua hingga hitam
b) Tidak larut dalam air
c) Tidak berbau
d) Memilki temperatur yang hampir sama dengan temperatur udara
e) Tidak mengandung asam lemak yang menguap

Manfaat Kompos :
1) Membantu proses pengolahan sampah organik
2) Menyediakan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman
3) Menggemburkan tanah
4) Bernilai ekonomis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar